Watch Around and Write It Down

Baca|Amati|Ikat|Tuliskan|Mencari Recehan dari Menulis

Selasa, 19 Januari 2016

Efek Nonton Drama Korea

Biasanya kalau siang-siang begini masih update blog artinya di kantor lagi kurang kerjaan. Yah, begitulah kira-kira. Awal tahun di bulan Januari, belum ada pekerjaan yang menyibukkan. Teman-teman masih urus rekonsiliasi jadi belum ada SPM yang harus kubuat. SKP-ku juga sudah kelar jauh hari dan telah kuserahkan pada pimpinan.
Aku bagaikan pegawai malas yang dari pagi melanjutkan nonton drama korea. Judulnya "Oh My Venus". Seharusnya aku mencari bahan untuk tulisan majalah Inspirasi edisi pertama, dan bahan penulisan Jurnal tetapi entahlah... Setelah mencari dan membaca beberapa referensi tetiba kepalaku pusing. Gairah kerja awal tahun masih kurang.

Siang ini aku ingin membahas mengenai efek nonton drama Korea, untuk diri sendiri, tetapi siapa tahu diantara kalian ada yang sama denganku. Mendapatkan dampak yang sama.

Pertama, aku jadi suka mengandai-andai. Misalnya nih, andai saja dulu aku belajar berenang sekarang pasti rutin ke kolam renang. Andai saja dulu aku masuk di tim cheerleaders mungkin aku bisa jadi cewek populer di sekolah. HAHAHA.... Aneh ya?

Kedua, aku jadi lebih memperhatikan fashion suami. Tahukan, pemain cowok di drama Korea, walaupun mereka berakting jadi orang miskin tetapi penampilannya rapi banget. Ketularan deh, setiap ke mall tuh yang kuperhatikan adalah model baju cowok. Aku mau suamiku juga semodis dan rapi kayak artis Korea gitu hehe. Tapi ya. Suamiku orangnya bukan Korea banget. Dilaranglah aku beli baju macam-macam, kalau untuk aku boleh tapi untuk dia sudah cukup katanya. Yaah... Gagal deh.

Ketiga, aku jadi suka masak yang rebus-rebus. Drama Korea sangat berhasil mempromosikan kuliner mereka. Mana ada film Korea yang tidak memasukkan unsur makanan khas di dalamnya. Dan begitulah, aku jadi mupeng tiap melihat para pemain makan dengan lahapnya. Konon katanya, mengapa kulit orang Korea putih dan mulus-mulus karena suka makan makanan yang direbus. Sebut saja sup kerang, ayam ginseng, Sup tahu, dan masih banyak lagi makanan enak lainnya. Pernah suatu ketika, dapat ilham dari ayam ginseng, aku memasak mie instan dengan dicampur ayam rebus tentu saja dengan potongan ayam yang besar-besar. Cuaca waktu itu lagi turun hujan, tiba-tiba menu itu yang muncul di kepalaku. Begitu kuhidangkan suamiku kaget bukan main. Biasanya mie kuah ayamnya disuir-suir, ini malah potongannya besar-besar, rasa kuahnya pun hambar. Alhasil moment saat itu tidak sesuai harapan. Terakhir suamiku berceletuk "dimana lagi istriku dapat resep begini? Masa ayam besar begini dimasukkan dalam mie?". Gatot deh.

Keempat. Aku jadi sedikit tahu bahasa Korea. Cuma sedikit sih yang iconic saja seperti annyeonghaseyo, oppa, ottoke, ahjumma, sarangeo, kamsahamnida, Anya. Chingu, yaah... Sebatas itulah. Kadang aku celoteh sendiri menghubung-hubungkan istilah yang kuhafal dan dijadikan satu kalimat aneh. Jadilah suamiku geleng-geleng kepala mendengar istrinya bergumam tidak jelas. Aku jadi suka bilang cinta ke suamiku dalam bahasa Korea terbatas "oppa... Sarangeo" dibalasnya dengan kalimat "iya sayang, meong juga". Adduh.

Kelima. Ini yang menurutku paling lucu tapi nyata. Di drama Korea, pasangan yang lagi pedekate atau sedang pacaran begitu romantis. Yaah... Namanya juga acting kan? Semuanya harus perfect. Terutama di bagian sesi ciuman. Aku perhatikan, sesi ciuman mereka begitu romantis dan dramatis. Hahaha...ketahuan deh aku suka lihat adegan ciuman. Tetapi di setiap drama Korea memang ada adegan itu. Sayang kalo di skip, hehe. Jadilah, aku mupeng mau dicium seperti itu oleh suamiku. Kalau sudah ada adegan itu, langsung deh ingat suami. Seandainya ada moment dimana sedang hujan terus suamiku datang bawa payung, terus terjadilah adegan itu dibawah payung, hehe. Pernah aku bilang itu ke Suamiku dan dirinya cuma bilang "iya, nanti di rumah". Yaaa... Masa pake payung dalam rumah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar