Hari ini bisa menjadi salah satu hari bersejarah buatku. Mengapa? Hari ini kuputuskan untuk menjalakan diet. Dimulai dari mengubah pola makan.
1. Aku tidak akan makan malam yang berat di atas jam 6 sore
2. Terlalu drastis kalau kubilang menghentikan makan nasi putih jadi lebih bijak bila dikatakan sebisa-semaksimal-mungkin menghindari nasi putih
3. Ganti cemilan dengan buah atau makanan rendah kalori-karbohidrat-gula (belum tahu ini mau ngemil apa)
4. Stretching setelah bangun tidur 20 menit
5. Menghindari duduk terlalu lama
Jangan tanya kenapa aku ingin diet (lagi) setelah berulang kali mencoba dan ujung-ujungnya kembali dengan makannya dua porsi nasi putih (hiks). Alasannya apalagi kalau bukan karena berat badanku naik drastis hampir 20 kg.
Yaaa... Kalian tidak salah baca, hampir 20 kg. See? Masih penasaran mengapa aku ingin sekali diet?
Setelah menikah April 2014 lalu beratku naik tanpa hambatan. Orang bilang "bagus... Itu artinya kamu bahagia!" ya Allah adakah tanda bahagia lainnya selain menjadi gemuk?
Dan... Setelah semua pakaian di lemari sudah tidak ada yang cocok dan aku harus membeli beberapa baju baru dengan ukuran XL maka hari ini kumulai diet ini dengan mengucapkan basmallah...Bismillahirrahmanirahim.
Sekedar info, dulu berat badanku sekitar 40-42 kg, sekarang entahlah berapa, seingatku tiga bulan yang lalu angkanya menunjukkan 58 kg.
Diet itu mahal rupanya. Kemarin aku ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan dietku yang kucatat dari blog favoritku. Bahan makanan yang masih asing karena sebelumnya belum tidak sering membeli bahan-bahan tersebut.
Sebut saja brokoli yang sekecil itu harganya sekitar tujuh ribu rupiah. Lettuce satu ikat harganya 18ribu. Yoghurt, paprika, fillet ayam, daging, minyak zaitun, lada hitam, belum lagi bahan buah untuk smoothies kiwi, buah naga, apel, stroberi dan lain-lain.
Baru bahannya saja sudah menguras keringat kantongku, belum pengolahannya yang sepertinya rempong.
Tentu saja aku tidak langsung kalap mata membeli semuanya. Belajar dari pengalaman terdahulu, sudah beli banyak bahan tapi tetap tidak tersentuh alias berakhir rusak di kulkas karena tidak diolah.
Makanya kali ini aku lebih baik bolak balik supermarket membeli bahan yang mampu kuolah dibanding membeli banyak tapi begitu melihat mereka di kulkas tidak tahu mau diolah bagaimana.
Hari ini aku masih M jadi ada waktu untuk membuat makanan dietku yang terdiri dari sayuran rebus dan ubi merah. Ya... Aku pilih ubi merah karena kandungan antioksidannya cukup tinggi dan rendah karbohidrat. Aku juga membuat jus buah dari apel dan pir.
Dari tadi aku berpikir, kalau besok aku selesai M bisa tidak ya aku menyiapkan semua ini sebelum berangkat ke kantor?
Aku harus punya strategi nih. Aku harus bangun lebih awal, begitu adzan berkumandang sudah harus siap-siap sholat dan ngaji, atau ngaji dulu baru sholat. Satu lagi, pagi hari adalah salah satu quality timeku dengan suami, yaah... Harus digeser lagi mungkin waktunya. Masa quality time sebelum sholat subuh, artinya sekitar jam 3 pagi? Mana sanggup kami bangun jam segitu.
Jadi mungkin, aku jalani saja dulu sambil belajar mengatur waktu. Mungkin aku harus banyak membaca lagi tips menyimpan baha. Makanan supaya awet dan gampang diolah, jadi tidak terlalu mengambil waktu ibadah dan quality timeku dengan hubby.
Teman-temanku bilang "rempong" tapi akan kujalani dulu. Semuanya butuh usaha bukan? Beli makanan jadi di luar yang banyak mengandung karbohidrat, kalori, MSG, tidak akan membuatku kurus. Menahan lapar hanya membuatku tersiksa, jadi pilihan yang kuambil adalah memasak sendiri makanan sehatku. Dan inilah penampakan makanan sehatku hari ini. Masih simple sih, hehe
Selasa, 19 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar