Dulu sebelum nikah, aku ingat sekali, mamaku nelpon dan dengan semangatnya menceritakan tentang seorang sales oven listrik yang datang ke rumah berdemo sekalian menjual oven listrik itu. "Itu oven bagus sekali, kalau dipake panggang kue ada timernya jadi tidak perlu dibuka-buka untuk lihat sudah matang atau belum". Akhirnya mama membeli oven itu, dicicil.
Aku punya tante yang juga adalah adik mamaku. Isi lemarinya didominasi alat-alat dapur. Entah itu piring, panci, gelas, sendok, pokoknya kalau ada acara, tanteku itu tidak perlu pinjam sana-sini perlengkapan masak, dia sudah punya semua dalam lemari.
Aku pernah menemani nenek arisan dan saat kutanya apakah yang didapat berupa uang, nenekku bilang, bukan. Tetapi panci. What?
Hingga akhirnya aku menikah dan merasakan jadi setengah ibu rumah tangga. Yah, karena setengahnya lagi ibu kantoran. Aku mulai membeli perlengkapan masak memasak. Mulai dari wajan, panci, piring, gelas, sendok, dan lain-lain.
Sering stres dan mengeluh pada wajan yang jika dipakai menggoreng ikan, jadi lengket, susah dibalik, dan membuat tekstur ikan hancur alias tidak utuh sempurna. Padahal tips dari suamiku untuk memasukan bawang merah di dalam minyak sebelum menggoreng sudah kulakukan. Tetap saja lengket.
Lalu suatu hari di kantor, teman-teman yang kebanyakan ibu-ibu memanggilku ke lantai bawah. Ada demo masak ternyata. Seorang lelaki berumur memperagakan cara membuat omelet. Wow... Keren ini Bapak jago juga masak.
Dia memasak di atas panci berukuran cukup besar. Dalam demonya dikatakan panci itu anti lengket, bisa dipakai menggoreng, membakar, mengukus bahkan membuat cake bolu. Wow lagi.
Dalam hati mengatakan "ini nih yang kucari-cari".
Begitu ditawarkan aku langsung tertarik. Begitu kutanya harganya, eh... Mahal ya!
Kata bapaknya pembayaran bisa dicicil di bendahara. Hmm... Pakai bunga sih jika dicicil, tapi lebih ringan cara bayarnya dibandingkan langsung lunas. Waktu itu lagi banyak pengeluaran buat skripsi, ujian, wisuda. Baiklah aku cicil saja.
Begini yah, rasanya jadi ibu-ibu. Senang banget pas dipakai ternyata ikannya nggak melengket. Bisa dibalik dengan sempurna. Tanpa merusak tekstur ikannya. Aku juga sudah mencoba membuat kue bolu pisang dengan panci ini dan berhasil. Wow wow wow.
Pancinya memang berukuran besar. Sempat ragu sejenak waktu mau ambil karena ukurannya itu yang kupikir sangat banyak memuat ruang di dapur tetapi setelah dipakai baru terasa manfaat ukurannya itu. Makanan jadi bisa diolah dengan baik dan leluasa. Karena memilki ketebalan yang bisa dibilang cukup tebal, hasil masakan jadi lebih baik, matangnya sempurna. Aku bahkan bisa membuat steak. Daging steak dimasak di atas panci hasilnya tidak kalah enak dengan steak yang dipanggang di pan datar.
Sayangnya aku lupa capture gambar panci kesayanganku itu, next time ya...
Rabu, 20 Januari 2016
Tentang Menyicil Panci
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar