Watch Around and Write It Down

Baca|Amati|Ikat|Tuliskan|Mencari Recehan dari Menulis

Jumat, 06 Oktober 2017

Memilih Bidang Pekerjaan Untuk Wanita

Pernah dengar tidak, kalimat-kalimat sindiran yang memojokan wanita dalam berkarir?

"Mana bisa wanita jadi presiden?"
"Mana bisa wanita jadi polisi?"
"Wanita tuh cengeng, emosian, tidak bisa jadi pemimpin,..... bla bla bla..."

Entahlah apa alasan mereka menganggap enteng kemampuan wanita dalam bekerja. Tidak bisa disalahkan juga sih, mungkin nih.... mungkin saja, mereka pernah memiliki rekan kerja yang berjenis kelamin wanita kemudia ternyata mereka tidak bisa bekerja sama. Mungkin lagi ya, ini mungkin saja, mereka menganggap kalau semua wanita itu moody-an, alias suka Baper (bawa perasaan), berkaitan dengan maklum...., setiap bulan wanita punya rutinitas kedatangan tamu atau menstruasi dimana mereka pasti aka mengalami kenaikan hormon estrogen yang membuat suasana hatinya jadi naik turun.

Memang benar, sungguh benar, kalau saat mengalami menstruasi, suasana hati wanita memang tidak karuan. Dengar lagu sedih tiba-tiba ingat orang tua, ingat anak, ingat utang (lho?), pokoknya memang benar hal itu mempengaruhi. Tetapi, perlu diingat bahwa jika alasan itu yang dipakai untuk mengukur kemampuan wanita maka kalian salah besar. Bagaimana dengan lelaki? memangnya lelaki dalam bekerja tidak pernah Baper? Coba saja kalau para suami sudah bertengkar dengan istrinya di rumah, bagaimana kelakuannya di kantor? tidak sedikit laki-laki yang membawa amarahnya dari rumah ke kantor. Lelaki yang punya kebiasaan merokok, minum-minum (maaf) juga kadang tidak bisa mengontrol diri bila bekerja tanpa mengisap rokok atau minum-minum. Adalagi, bagaimana dengan lelaki yang ternyata punya sisi kewanitaan alias sensitif (memangnya wanita saja yang sensitif)? Mereka ini tipe cowok sensitif lebih aneh lagi, cowok kok sensitif. Ketemu di jalan, tidak disapa, dibilang dicuekin, ada makanan, tidak ditawari, dibilang tidak dianggap. Aduh... parah. Kenyataannya memang ada tipe laki-laki seperti itu di dunia kerja.

Tetapi, sekali lagi, kami para wanita bisa menerima semua jenis tipe laki-laki. Nah, oleh sebab itu, ayolah para laki-laki.... jangan menganggap enteng kemampuan wanita. Sudah tidak jaman lho. Mau buktinya?

Tokoh-Tokoh Wanita Berpengaruh Di Dunia

Mau buktinya kalau wanita itu bisa diandalkan? Baiklah... akan aku berikan beberapa contoh nyata. Mari dimulai dengan tokoh wanita di jaman Rasulullah S.A.W. Mereka adalah:
  1. Khadijah binti Khuwailid. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad S.A.W, Khadijah merupakan seorang bangsawan di tanah Mekah. Beliau adalah tokoh penting yang berjaya dengan menyandang pekerjaan sebagai pedagang. Tidak banyak wanita yang bisa menyandang sebagai bangsawan di masa itu. Tetapi Khadijah membuktikan bahwa wanita bisa sangat dihormati. Inilah bukti bahwa wanita bukanlah makhluk lemah dan bisa dianggap enteng. Walau menjadi wanita kaya dan sukses, Khadijah tidaklah sombong. Di masa kejayaannya, banyak pria kaya yang datang melamarnya, tetapi Khadijah menolak lamaran tersebut dengan sopan. Harta bukanlah tolak ukur Beliau dalam memilih pasangan hidup. Jika membaca kisah Khadijah dan Rasulullah, akan diketahui bahwa Siti Khadijahlah yang lebih dulu mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Siti Khadijah menginginkan lelaki yang baik, soleh dan berakhlak mulia. Setelah menikah dengan Rasulullah, Khadijah menjadi seorang istri yang taat pada suami. Beliau sangat mendukung kegiatan dakwah suami. Bisa dikatakan, Siti Khadijah merupakan tokoh wanita Islam yang penuh inspiratif.
  2. Nusaybah binti Ka'ab. Beliau dikenal sebagai seorang pahlawan. Nusaybah adalah wanita yang gagah berani, ikut dalam Perang Uhud melawan musuh Islam dengan bersenjatakan pedang dan perisai. Nusaybah adalah wanita pemberani yang menggunakan tubuhnya sebagai penghadang serangan musuh yang ingin menyerang Rasulullah. Nusaybah jatuh dalam medan perang setelah menerima banyak luka di tubuhnya. Saat beliau tersadar, kalimat pertama yang diucapkannya adalah "Apakah Nabi masih hidup?". Dikenal dengan nama Umm Omara, Nusaybah merupakan pejuang hak asasi wanita pertama. Inilah bukti bahwa wanita adalah makhluk kuat yang bahkan bisa ikut berjuang dalam medan perang, melindungi agama.
  3. Aisyah binti Abu Bakr. Aisyah adalah istri Rasulullah yang punya pengaruh besar terutama setelah Rasulullah wafat. Sepeninggal Nabi Muhammad S.A.W, Aisyah terjun dalam politik dan menentang keras masa kekhalifahan Sayidina Utsman Ibn Affan dan Sayidina Ali Badan Ibn Abi Thalib Ra. Aisyah bahkan turun langsung memimpin perang Basra, walaupun hasilnya adalah kekalahan. Perjuangannya kala itu di dunia politik dan pendidikan dianggap konservatif dalam peran wanita dalam Islam. 
Masih banyak lagi tokoh-tokoh wanita Islam yang menginspiratif, bukti bahwa kemuliaan wanita bisa diaplikasikan untuk kemajuan peradaban dunia. Silahkan baca buku-buku biografi wanita Muslim Inspiratif yang banyak diperjual belikan di toko buku. Anda akan mengenal Zainab binti Ali, Rabi'ah Al-Adawiyya, Al-Malika Al-Hurra Arwa Al Sulayhi dan masih banyak lagi. Sebagai wanita yang lahir di masa kemerdekaan, dalam era serba modern, sungguh malu bila kita, wanita-wanita masa kini tidak bisa berbuat sesuatu untuk Islam dengan segala kemudahan yang ada sekarang. Bukankah wanita-wanita Islam dulunya berjuang dalam keterbatasan, bahkan ketakutan, tetapi mereka bisa dan mampu menjadi teladan hingga kini, Subhanallah....

Bagaimana dengan tokoh wanita Islam masa kini? seperti apa perjuangan mereka yang diukir dalam sejarah? Yuk kita ambil hikmah dalam biografi singkat mereka,
  1. Maryam Mirzakhani. Maryam adalah seorang wanita muslin kelahiran Iran yang berkarir di Universitas Stanford California, Amerika Serikat. Maryam Mirzakhani dinobatkan sebagai salah satu wanita paling inspiratif di tahun 2014. Maryam memiliki bakat di bidang eksakta yang sudah terlihat sejak kecil. Pada jenjang setara SMA, Maryam menjuarai lomba matematika di Hong Kong dan Toronto. Nilainya sangat sempurna. Tak lama setelahnya, dirinya meneruskan pendidikan di Universitas Teknologi Sharif di Teheran. Saat itu, Maryam sanggup menemukan formula menghitung permukaan obyek berbentuk lengkung yang presisi. Sungguh berbakat dirinya, sampai Maryam diberi hadiah beasiswa ke Amerika Serikat untuk jenjang S2 dan S3. Tahun 2014, dirinya dinobatkan sebagai peraih penghargaan Fields Medal atas sumbangsihnya dalam dunia geometri. Maryamlah wanita pertama yang sukses meraihnya.
  2. Sayidah Hussein Warsi 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar