Watch Around and Write It Down

Baca|Amati|Ikat|Tuliskan|Mencari Recehan dari Menulis

Kamis, 18 Februari 2016

Menelusuri Jejak Popularitas Pak Jonru

Setelah membaca judul di atas mungkin akan ada banyak tanggapan tentang saya. mungkin ada yang mengatakan bahwa saya adalah fans Pak Jonru. Entahlah.... saya tiba-tiba mau menulis tentang beliau bukan karena tanpa alasan.

Jadi begini, di tempat saya bekerja setiap tahunnya saya mengurus majalah semi ilmiah. disamping menjadi pengelolanya, saya juga menulis disitu. Awal tahun ini saya tertarik menulis tentang E-Hate. Istilah E-Hate benar-benar baru di telinga saya. Tidak sengaja waktu itu saya membaca istilah ini dari komentar salah satu teman di akun media sosial Facebooknya.

Setelah membaca sekian referensi tentang E-Hate ini saya kemudian menemukan beberapa nama yang tak asing, salah satunya dan kayaknya mendominasi adalah Pak Jonru ini. Sebenarnya, sebelum istilah E-Hate ini saya temukan, saya sudah tahu kalau Pak Jonru memang seorang penulis, seorang yang aktif di media sosialnya dan saya tahu bahwa beliau sering mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Sekadar informasi bahwa saya adalah salah satu teman di akun sosial Facebooknya dan saya juga Like Fanspagenya.

Sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa saya meng-add akun Facebook Pak Jonru jauh sebelum pemilihan presiden 2014 lalu. Jauh sebelum beliau terkenal seperti sekarang ini. Ceritanya waktu itu saya hanya netter biasa yang mencoba belajar lewat internet. Saat itu saya baru mulai tertarik dengan aktifitas ngeblog. Tetapi saya sadar bahwa ilmu menulis saya masih kurang. Singkatnya, saya mencari website yang bisa memberi saya ilmu mengenai dunia blog dan penulisan dan kalau bisa yang gratis saja.

Saya menemukan website dapurbuku.com yang di dalamnya Pak Jonru sebagai pemilik dan pengelolanya mengatakan bahwa ia bisa membantu pemula menulis bahkan menerbitkan buku lewat layanan self publishingnya. Tertariklah saya untuk ikut membaca artikel di situs tersebut. Ternyata untuk bisa menikmati layanan situs dapurbuku.com dikenakan beberapa biaya untuk bedah buku, editing dan lain-lain. Saat itu saya belum memiliki kelonggaran dana untuk yang satu ini. Jadi saya putuskan untuk tidak ikut dulu, tetapi saya ingin memantau perkembangannya siapa tahu nanti ada peluang untuk belajar dari situs ini secara gratis (lagi lagi cari yang gratisan hehe....), caranya adalah dengan berteman dengan pemiliknya Pak Jonru. Dari situlah saya mulai tahu Pak Jonru, dari postingannya di Facebook yang aktif memperlihatkan seminar-seminar penulisan yang dilakukannya atau buku yang diterbitkannya. Sampai pernah suatu ketika saya memberanikan diri bertanya kepada beliau, bagaimana caranya agar beliau bisa datang ke kota saya dan memberikan pelatihan menulis. Jawabannya saat itu adalah bahwa beliau akan datang bila diundang. Untuk pelatihan sendiri diurus oleh pihak yang mengundang. Beliau jika diundang akan datang membawakan materi. Tentu saja saya tidak mengundang beliau, buat acara pelatihan menulis saja saya belum ada pengalaman, belum ada sponsor, hehe....

Seiring waktu berjalan, saya tidak lagi fokus ngeblog dan lebih sibuk pada pekerjaan kantor. Tetapi saya masih sempat membuka akun Facebook sembari membaca postingan-postingan teman. Di media sosial berita negatif, isu cepat sekali tersebar. Saya tahu bahwa Pak Jonru mulai sering membahas masalah partai, pemilu, calon presiden dari beberapa postingan yang sempat saya baca. Sampai suatu ketika saya membaca artikel di salah satu portal berita yang juga dishare di Facebook mengatakan bahwa Pak Jonru adalah haters Jokowi. Artikel tersebut juga cenderung menjelek-jelekkan beliau. Saya sontak kaget, dalam pikiran saya bertanya-tanya apakah Jonru yang ini sama dengan Pak Jonru dapurbuku.com? Setelah saya telusuri memang benar, orang yang sama.

Kembali ke tulisan saya mengenai E-Hate, dari membaca beberapa artikel saya pahami satu hal bahwa Pak Jonru sekarang lebih terkenal sebagai seorang blogger yang suka mengkritisi kerja pemerintah, orang PKS, pendukung garis keras Pak Prabowo dibandingkan dengan Pak Jonru yang saya kenal dulu di dapurbuku.com. Tetapi saya tetap suka dengan jiwa menulisnya yang sangat originil itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar