Aku sedang mengolah data transkrip ketika sebuah tangan yang dingin menggenggam tanganku erat. Menjauhkanku dari keyboard yang sedari tadi menempel di jariku.
X: "Kira-kira kalau kamu dikatai ****** (lupa katanya apa, bahasa daerah gitu), kamu marah nggak?
Q: Apa itu artinya?
X: Itu artinya Pelac*** (Bit**)
Q: Tidaklah, tidak ada seorang pun wanita yang mau diejek atau dibercandai dengan kalimat itu
Aku tidak akan mengupas tuntas pembicaraanku dengan temanku tadi. Aku berusaha menenagkannya dan saranku agar dia berbicara langsung dengan orang yang mengeluarkan kata tidak sopan tersebut. Aku menyarankan untuk mengakhiri masalah ini hari ini, tidak membiarkannya berlarut-larut.
Dalam dunia kerja, akan ada banyak masalah yang terjadi. Masalah kekuasaan, kepentingan, perasaan akan bercampur aduk setiap hari. Manusia adalah tempat salah dan lupa, jadi akan ada saatnya kita melakukan kesalahan. Salah bicara, salah mengambil keputusan, salah bekerja dan lain-lain. Tetapi, itu bukan alasan untuk kita melakukan perbaikan. Asalkan hati ini masih terbuka untuk menerima input positif. menerima kesalahan, mengakuinya dan memperbaiki.
Sebagai wanita yang bekerja, aku sadar bahwa aku punya keterbatasan. Kadang aku mungkin terlalu mendahulukan emosi, terlalu simpati, terlalu lemah. Ketika masalah datang, tidak jarang ada yang memanfaatkan, membuatnya semakin ricuh. Oleh sebab itu, sebagai wanita yang bekerja harus memiliki sikap.
Buatlah batas yang jelas, dimana teman sekerjamu bisa melihat bahwa ada ruang yang sensitif untuk dijangkau. Ada batas dimana sikap profesionalisme bisa dijunjung. Ada batas dimana kalian harus berhenti dan diam disitu. Kalau kalian melewatinya, aku akan bicara bahwa aku tidak suka. Aku tersinggung. Aku akan berhati-hati denganmu nantinya.
Wanita di dunia kerja berbeda dengan laki-laki. Makanya buat kalian yang masih single alias belum ada suami yang bisa membela atau menyokong, kuatkanlah dirimu. Perjelaslah pada rekanmu bahwa kalian pantas dihargai. Kekerasan verbal di kantor banyak terjadi, terutama menyerang kaum wanita. Ingat yah.... kalian harus kuat berada diantara para lelaki dan perempuan kuat lainnya.
Menjadi pribadi kuat tidak memakai otot dan emosi negatif. Pribadi kuat adalah tentang membawa diri dan mengontrol emosi. Bawa diri dengan santun, alirkan emosi dengan lemah lembut dan tegas untuk masalah yang prinsiple.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka (dalam urusan itu). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal pada-Nya.
Q. S. Al-Imran: 159
Senin, 16 November 2015
Buatlah Batas Dalam Lingkungan Profesionalisme Pekerjaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar